Tuesday, 29 January 2013

Cerpen 1 Kalung Kakek Danu

Di kampung halamanku, semua orang kenal Kakek Danu. Beliau adalah orang tertua di kampungku, umurnya saja 150 tahun! namun, Kakek Danu tetap kuat melakukan segalanya sendirian. ia malah tidak suka jika disuruh berdiam diri dirumah. Kakek Danu mempunyai sebuah hobi, ia suka duduk lama di warung kopi. sambil mengopi, Kakek Danu sering bercerita, terutama pengalaman masa mudanya saat melawan belanda dan jepang. Banyak orang curiga, kehebatan Kakek Danu pasti kerana kalung yang selalu dipakainya. Bentuk liontinnya sangat unik, mirip sebuah tulang, warna putih kusam. Jika ditanya dari mana asalnya Kakek Danu tidak mau menjawabnya, ia cuma berkata "kalung keramat ini adalah kalung kesayanganku".

Karena penasaran, banyak orang yang selalu berusaha menebak, nebak. "Pasti itu peninggalan orang tua Kakek dulu ya?" tebak seorang warga. "Cuma, kok bentuknya seperti tulang yang diasah taka beraturan, kek?" sahut warga yang lain. "kalau tabakanku, itu adalah gigi hewan purba yang sudah punah!" ujar yang warga lain lagi.

Kakek Danu Cuma tersenyum mendengar semua tebakan itu. Namun, tetao saja Kakek Danu tidak mau memberikan jawaban. Suatu ketika, datang dua orang yang mencari Kakek Danu. Mereka sempat melihat Kakek Danu yang pernah menjadi berita di televisi saat ditemui petuga sensus. Tak hanya itu, mereka juga mendengar desas desus jika kalung yang dikanakan Kakek Danu adalah kalung keramat.

"Kami ingin mengoleksi barang antik, kek. Kami tertarik dengan kalung milik Kakek, karena itu kami ingin membelinya" ujar satu dari dua pria tersebut. Kakek Danu tertawa terkekeh-kekeh. "Aduh... Maaf sekali ya, kalung ini tidak akan saya jual!". "Kami bersedia bayar mahal lo kek!" ujar pria dari kota tersebut.

Kakak Danu tersenyum "mau kalian bayar berapa kalung ini?" "Emm.... bagaimana jika dua puluh juta kek?" tawar pria tersebut. semua orang yang mendengar itu langsung terkejut, termasuk Kakak Danu. "baiklah beri saya waktu semalam tuk berpikir" jawab Kakek Danu pada akhirnya.

Semua orang sudah menebak-nebak "Pasti Kakek Danu ingin mengadakan upacara dulu sebelum menjual kalungnya!".
"ya mungkin kalung itulah yang membuat Kakek Danu panjang umur" timpal warga yang lain. "menurutku, besok pasti Kakek Danu akan menjual kalung itu. Uang dua puluh juta kan cukup besar!" yang lain ikut menyahut.

Keesokan harinya orang-orang kampung berkumpul di rumah Kakek Danu, mereka penasaran apakah Kakek Danu jadi menjual kalung itu atau tidak. mereka juga menebak-nebak, mungkinkah akan ada kejadian aneh saat kalung itu dilepas oleh Kakek Danu.

Kakek Danu yang tahu hal itu jadi tertawa tebahak-bahak. "baiklah, saya akan ceritakan semuanya tentang liontin kalung ini. sebenarnya saya malu menceritakannya. Liontin ini adalah gigi geraham saya yang terakhir kali copot waktu saya berumur 70 tahun!".

Hah....?
Banyak orang terkejut.     
mereka tidak menyangka jika benda kecil yang menjadi liontin kalung itu adalah gigi geraham Kakek Danu sendiri. "Karena bentuknya lucu, saya membuatnya menjadi kalung. Sengaja saya tidak mau mengaku waktu kalian tanya. saya khawatir, kalian semua akan jijik pada kalung ini."

Mendengar penjelasan itu, banyak orang menjadi malu termasuk, dua pria dua kota yang semula ingin membeli kalung tersebut. "Jadi, saya mohon maaf saya tidak ingin menjual kalung ini, saya tidak mau menipu kalian dengan mengaku kalung ini benda keramat" ujar Kakek Danu pada dua pria asal kota tersebut. banyak orang yang kagum pada sikap jujur Kakek Danu, padahal jika mau berbohong pasti kakek danu bisa mendapatkan banyak uang dari hasil penjualan kalungnya tersebut.

Tiba-tiba aku jadi penasaran dengan satu hal. "Lalu apa yang membuat Kakek berumur panjang kek?". hehehe.... Kakek kan suka berjalan pagi tanpa alas kaki. Kakek juga suka makan sayur dan buah-buahan. Jadi, bukan karena kalung ini Kakek bisa panjang umur" terang Kakek Danu.

Sejak saat itu, banyak orang-orang kampungku makin rajin makan sayur dan buah-buahan serta berolah raga. mereka semua ingin selalu sehat seperti Kakek Danu.
 

0 comments:

Post a Comment

Search on this blog